GENDONG PASIR 2016-10-12 10:38:13 | Category: Photo stories 2 MB - 2448 x 3696 px | Harga: IDR 0 Photographer : Adi Mulyadi

Umi Harti menggendong karung plastik berisi pasir hasil penambangannya di kawasan Bendung Danawarih, Tegal, Jawa Tengah, Senin 10 Oktober 2016. Indonesia Press Photo/Adi Mulyadi


NASKAH DAN FOTO: Adi Mulyadi: Sebagian warga Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berprofesi sebagai penambang pasir tradisional di aliran Sungai Gung. Salah satu titik yang banyak dieksplorasi untuk penambangan adalah di kawasan Bendung Danawarih. Bendungan tersebut merupakan salah satu infrastruktur bersejarah di Kabupaten Tegal, yang dibangun oleh pendiri Tegal, Ki Gede Sebayu. Penambang pasir tradisional di Bendung Danawarih tidak semuanya laki-laki.Salah satunya Umi Harti. Ya, perempuan berusia 57 tahun, warga RT 04 RW 04 Desa Danawarih ini sudah sejak 30 tahun silam menambang pasir di kawasan Bendung Danawarih. Bermodalkan alat sederhana yang menyerupai cangkul berbatang bambu panjang, Umi Harti mencari pasir setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sedikit demi sedikit pasir yang dikeruknya dikumpulkan di bibir sungai. Ketika sudah menggunung, Umi Harti mengangkutnya ke bantaran sungai yang tingginya sekitar 3 meter menggunakan karung plastik dengan cara digendong dipunggungnya. Dalam sehari, Umi Harti bisa mendapatkan pasir sebanyak satu sampai satu setengah bak mobil pick-up (6-7 meter kubik). Pasir itu kemudian dijual epada konsumen langsung dengan harga Rp 100 - Rp 110 ribu untuk satu bak mobil pick-up. Umi Harti mengaku, menambang pasir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menghidupi lima anaknya. Dari hasil penambangan pasir ini, kini kelima anaknya dapat lulus sekolah dan bekerja di luar kota. Kendati demikian, Umi Harti tetap menambang pasir dan tidak tahu kapan akan mulai berhenti. Indonesia Press Photo/Adi Mulyadi